Rabu, 26 Oktober 2011

Allah Akan Selalu Mengetahui

Alhamdulillah yaa..Allah SWT, kau masih memberikanku kesempatan untuk menjalankan perintah-perintahmu, kesempatan untuk beribadah agar kelak di akhirat aku dapat memetik hasil dari ibadahku selama ini pada-Mu. Aku tahu dan sadar, aku masih banyak kekurangan untuk sujud kepada-Mu, dan aku yakin Kau serta Malaikatmu akan membimbing umatmu yang haus akan jalan menuju pintu surga.
Setiap hal negatif yang aku lakukan, dalam hati kecilku, diri ini memberontak untuk tidak melakukannya, dan terkadang bisikan-bisikan setan yang kuat dan alhasil aku pun sering melakukan kesalahan itu, seperti melawan rasa malas untuk menunaikan sholat, ngedumel dalam hati karena sikap orang tua, dll. Padahal aku tahu dan setelah itu ada penyesalan dalam hati, tapi rasa itu memang sulit untuk dihilangkan.
Apapun yang kita lakukan Allah akan tahu, dan Allah tidak akan tidur untuk meneropong apa yang dilakukan umatnya. Sadarlah jika kita melakukan sesuatu apapun, lebih baik berpikir terlebih dahulu, dampak setelah kita ambil tindakan, yang terpenting ambil tindakan yang tidak merugikan siapa pun. No man is perfect, but we can to achieve that perfection.

Selasa, 25 Oktober 2011

Apa yang Kamu Pebuat akan Cepat Terbalaskan dengan Berjalannya Waktu

Ada seorang mantu yang hanya bisa mau enaknya saja dalam hidup, padahal dalam hidup ini selalu ada pasang surutnya, dan kebetulan keluarga dari suaminya ini golongan orang priyai, kalau di daerah Jawa bisa disebut golongan keraton atau berdarah biru atau bangsawan. Jadi si istri selalu memperlakukan suami serta mertuanya dengan tidak baik. Padahal mereka ini masih tinggal dirumah ibu dari suaminya, tapi dia tidak sadar dengan keadaannya yang selalu dibantu oleh keluarga suaminya. Saat itu si istri sedang hamil anak ketiga, dan sudah mendekati hari kelahiran si jabang bayi. Si istri ini memang benar-benar tidak sadar dengan keadaannya, dia seolah-olah sebagai ratu dalam keluarga itu, dia selalu menganggap kalau semua orang bisa diatur oleh perintah-perintahnya, ya...tidak semua orang bisa diperlakukan dengan sesuka hatinya, setiap orang kan mempunyai hati dan pikiran yang tidak semuanya bisa sejalan dengan kita.
Ok ini hari H dimana si istri akan melahirkan anak ketiga mereka. Apa yang anda ketahui dengan proses persalinannya? Anak itu tidak mau keluar dari rahim ibunya, padahal kata dokter yang menangani persalinannya, si jabang bayi ini bisa dibilang sudah diujung tanduk.
Akhirnya ada kiyai yang datang saat persalinan itu, dan menyuruh si istri untuk meminta maaf kepada suaminya terlebih dahulu, si istri pun langsung meminta maaf kepada sang suami, tetapi si jabang bayi pun belum mau keluar dari rahim ibunya, lalu kiyai ini memanggil ibu mertua dari sang istri, dan kiyai ini menyuruh si istri untuk meminta maaf kepada ibu mertua, dengan lapang dada ibu mertua memaafkan kekhilafan yang dilakukan menantunya ini, dan akhirnya sang anak pun keluar dari rahim ibunya dengan mudah.
Yaa..Allah betapa besarnya pengaruh akan melawan kepada orang tua, terutama ibu, yang dapat mempersulit kehidupan kita, yaa..Allah begitu sulitnya kita menjalani hidup ini jika tidak ada restu dari orang tua, sekalipun itu mertua, jadi tidak ada bedanya antara orang tua kandung dengan orang tua mertua, kita harus memperlakukan mereka dengan adil, tidak boleh memihak.
NB : If we feel guilty to parents quickly, quickly apologized before the things we do not want and before God got angry with our behavior.

Deduktif, Rantai Deduktif

Tugas Ke 2 Bahasa Indonesia

Nama : Merli Astarina
NPM : 22209082
Kelas : 3EB05


Pengertian Deduksi
Kata deduksi berasal dari kata Latin deducere (de yang berarti ‘dari’, dan kata deducere yang berarti ‘menghantar’,’memimpin’).

Pemikiran Deduktif
Pemikiran deduksi merupakan suatu proses berpikir (penalaran) yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan.

1. Menarik Simpulan secara Langsung
Simpulan (konklusi) secara langsung ditarik dari satu premis. Sebaliknya, konklusi yang ditarik dari dua premis disebut simpulan tak langsung.

1. Semua S adalah P (Premis)
Sebagian P adalah S ( Simpulan)
Contoh :
a. Semua paramecium bersel satu. (Premis)
Sebagian yang bersel satu adalah paramecium. (Simpulan)

b. Semua mobil beroda empat. (Premis)
Sebagian yang beroda empat adalah mobil. (Simpulan)

c. Semua garam rasanya asin. (Premis)
Sebagian yang asin adalah garam. (Simpulan)

2. Tidak satu pun S adalah P. (Premis)
Tidak satu pun P adalah S. (Simpulan)
Contoh :
a. Tidak sebuah televisi pun adalah radio. (Premis)
Tidak sebuah radio pun adalah televisi. (Simpulan)

b. Tidak seekor ayam pun adalah tikus. (Premis)
Tidak seekor tikus pun adalah ayam. (Simpulan)

c. Tidak sebuah mobil pun adalah motor. (Premis)
Tidak sebuah motor pun adalah mobil. (Simpulan)

3. Semua S adalah P. (Premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P. (Simpulan)
Contoh :
a. Semua cobra adalah ular berbisa. (Premis)
Tidak satu pun cobra adalah ular tidak berbisa. (Simpulan)

b. Semua mobil adalah kendaraan beroda empat. (Premis)
Tidak satu pun mobil adalah kendataan tidak beroda empat. (Simpulan)

c. Semua paramecium adalah hewan bersel satu. (Premis)
Tidak satu pun paramecium adalah hewan tidak bersel satu. (Simpulan)

4. Tidak satu pun S adalah P. (Premis)
Semua S adalah tak-P. (Simpulan)
Contoh :
a. Tidak satu pun mawar adalah melati. (Premis)
Semua mawar adalah bukan melati. (Simpulan)

b. Tidak satu pun bebek adalah kodok. (Premis)
Semua bebek adalah bukan kodok. (Simpulan)

c. Tidak satu pun tumbuhan adalah hewan. (Premis)
Semua tumbuhan adalah bukan hewan. (Simpulan)

5. Semua S adalah P. (Premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P. (Simpulan)
Tidak satu pun tak-P adalah S. (Simpulan)
Contoh :
a. Semua burung adalah bersayap. (Premis)
Tidak satu pun burung adalah tak bersayap. (Simpulan)
Tidak satu pun yang tak bersayap adalah burung. (Simpulan)

b. Semua rumah adalah beratap. (Premis)
Tidak satu pun rumah adalah tak beratap. (Simpulan)
Tidak satu pun yang tak beratap adalah rumah. (Simpulan)

c. Semua makhluk hidup adalah bernafas. (Premis)
Tidak satu pun makhluk hidup adalah tak bernafas. (Simpulan)
Tidak satu pun yang tak bernafas adalah makhluk hidup. (Simpulan)

2. Menarik Simpulan secara Tidak Langsung
• Silogisme Katergorial
Dalam ketiga proposisi itu harus ada tiga term, yaitu term mayor (term predikat dari konklusi), term minor (term subyek dari konklusi), dan term tengah (menghubungkan premis mayor dan premis minor).
Contoh :

a) Semua pahlawan adalah orang dewasa
Beberapa prajurit adalah pahlawan
Jadi, beberapa prajurit adalah orang berjasa


b) Semua ikan adalah binatang yang hidup dalam air
Semua lele adalah ikan
Jadi, semua lele adalah binatang yang hidup dalam air

• Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotetis atau silogisme pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotese.
Premis mayornya mengandung pernyataan yang bersifat hipotetis.
Rumus proposisi mayor dari silogisme:
Jika P, maka Q
Contoh :
a) Jika Nawang terserang demam berdarah
Maka ia mengalami panas tinggi
Ternyata Nawang terserang demam berdarah
Jadi, ia mengalami panas tinggi

b) Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal
Hujan tidak turun
Konklusi: Sebab itu panen akan gagal

• Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif atau silogisme disjungtif:
proporsi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif, yaitu proposisi yang mengandung kemungkinan atau pilihan.
Proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya.
Konklusi tergantung dari premis minornya.
Contoh :
a) Saya akan sholat ke masjid atau dirumah
Saya sholat ke masjid
Jadi saya tidak akan sholat di rumah

b) Pak Budi adalah seorang pilot atau masinis
Pak Budi seorang pilot
Jadi bukan masini

• Entimen
Enthymeme, enthymema (Yunani) berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti ‘simpan dalam ingatan
Contoh :

a) Mahasiswa yang pandai tidak pernah mencontek pada saat ujian
Natalie adalah mahasiswa yang pandai
Natalie tidak pernah mencontek saat ujian
Natalie tidak pernah mencontek saat ujian, sebab ia mahasiswa yang pandai

b) Siapa saja yang dipilih mengikuti pertandingan Thomas Cup adalah seorang pemain kawakan.
Taufik Hidayat terpilih mengikuti pertandingan Thomas Cup.
Sebab it Taufik Hidayat adalah seorang pemain (bulu tangkis kawakan).

3. Rantai Deduksi
Penalaran yang deduktif dapat berlangsung lebih informal dari entimem. Orang tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula berupa merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk yang informal.

 Semua coklat manis rasanya
Sebagian yang manis rasanya adalah coklat
Jika stres saya makan coklat
Karena coklat dapat menghilangkan stres
Saya tidak pernah menolak diberi coklat
Karena saya memang sangat suka coklat
 Laras tidak suka buah nanas
Karena nanas asam rasanya
Laras diberi buah nanas
Jadi Laras tidak memakannya

Kamis, 13 Oktober 2011

Surprise

Sudah satu minggu nih, aku ditinggal mudik. Lebaran bagaikan tradisi pula yang namanya mudik berjamaah. Hmm...kesel juga ya, sudah ditinggal mudik, selama ditinggal jarang dihubungin, hadehh..makin-makin sebel deh, mau sebel tapi lagi puasa dan menjelang lebaran, jadi serba salah.
Ngakunya ke aku, kamu pulang tanggal berapa, tapi sehari sebelum tanggal yang seharusnya kamu pulang, kamu sudah sampai lagi di Jakarta, dan kamu yang sok-sok bikin surprise ke aku yang gak mau bilang kalau kamu sedang dalam perjalanan kembali ke Jakarta, dan sampai Jakarta aku benar-benar dibuat kaget dengan kedatanganmu yang sudah di teras rumahku, walaupun masih ada rasa keselnya tapi aku senang bisa bertemu kamu lagi. Hmm...kamu dengan ekspesi yang sangat menyebalkan duduk depanku, dan kamu yang sok cool, pokoknya yang bener-bener menyebalkan, tapi tingakah kamu yang seperti itu, yang selalu buat aku kangen, dengan ide surprise-surprise yang kamu buat untuk aku.
If equally will appreciate the meaning of love, that love will grow and strong by itself, but if not quickly love it too will wither by itself.

Senin, 10 Oktober 2011

Istilah Akuntansi Beserta Definisinya

Berikut ini istilah akuntansi beserta definisinya :
1. Indeks harga konsumen : Angka yang menggambarkan perbandingan perubahan harga barang dan jasa yang dihitung dianggap mewakili belanja konsumen, kelompok barang yang dihitung bisa berubah-ubah disesuaikan dengan pola konsumsi aktual masyarakat.

2. Inflasi : Proses kenaikkan harga-harga umum barang-barang secara terus menerus atau turunnya nilai uang yang terus menerus.

3. Biaya Modal : Biaya yang riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yang berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan.

4. Analisa Biaya Volume dan Laba : Suatu analisa yang menggambarkan bagaimana perubahan biaya varibel, biaya tetap, harga jual, volume penjualan, dan bauran penjualan akan mempengaruhi laba perusahaan.

5. Margin Kontribusi : Selisih antara harga jual perunit dan biaya variabel perunit, besaran untuk menutup biaya tetap dan memberikan keuntungan perunit.

6. Anggaran : Rencana keuangan yang disepakati untuk dilaksanakan bersama.

7. Activity Based Costing : Merupakan metode yang menerapkan konsep-konsep akuntansi aktivitas untuk menghasilkan perhitungan harga pokok produk yang lebih akurat.

8. Biaya Semivariabel : Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

9. Biaya mutu (Quality cost) : Biaya yang bersangkutan dengan penciptaan, pengidentifikasian,perbaikan dan pencegahan produk cacat.

10. Saham : Perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.

11. Konsumen : Setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

12. Biaya Variabel : Biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

13. Pasar Modal : Pasar bertemunya penjual dan pembeli untuk memperdagangkan surat-surat berharga.

14. Pengertian Modal Ventura : Merupakan suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan swasta sebagai pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.

15. Rentabilitas : Kemampuan untuk memperoleh laba atau keuntungan.

16. Biaya Produksi : Biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.

17. Biaya Pemasaran : Biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk.

18. Biaya Administrasi dan Umum : Biaya yang mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.

19. Biaya Tetap : Biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume keguatan tertentu.

20. Pengeluaran Pendapat : Biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut.

21. Pengeluaran Modal : Biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi (biasanya periode akuntansi adalah satu tahun kalender).